Monday, 29 September 2014

Ada Kupu-Kupu, Ada Tamu

     Pagi hari itu, tokoh “aku” bersama istrinya sedang duduk di teras menikmati indahnya bunga-bunga di taman. tiba-tiba tiga kupu-kupu lewat, datang, pergi, dan datang lagi. Istrinya kemudian berpikir bahwa akan ada tamu yang datang. Suaminya bertanya-tanya, apakah tamu yang akan datang itu adalah orang baik atau justru orang yang membawa sial. Istrinya tetap berpikir bahwa tamu itu akan membawa keberuntungan, tetapi suaminya masih ragu. Istrinya kemudian masuk ke dapur mempersiapkan perjamuan untuk tamu yang dinantinya. Merekapun juga mempersiapkan segalanya. Mereka berdua duduk sembari menunggu tamunya datang. Tiba-tiba terlihat seekor kupu-kupu yang jelek dan bulukan. Mereka mulai punya firasat buruk dan menduga-duga tamu yang akan datang adalah tamu yang membawa sial. Mereka mulai sibuk dengan pemikiran-pemikiran buruk tentang tamu yang akan datang.
           Mendadak dari balik pagar, muncul beribu-ribu kupu-kupu aneka warna beterbangan disekitar mereka. Kemudian terbesit pemikiran sang istri bahwa tamu yang datang adalah malaikat pencabut nyawa. Tiba-tiba berjuta kupu-kupu memenuhi pandangan tokoh “aku”. Saat itu juga dia kehilangan pegangan istrinya. Ia mencoba memanggil istrinya, tetapi suaranya sendiri pun tidak terdengar.



a. Unsur instrinsik

- Tema : Misteri
- Tokoh/penokohan : Aku
- Alur : Maju
- Latar :
  1. Latar tempat : teras rumah, dalam rumah, dapur, tepi sungai
   Bukti :
      Aku sedang duduk di teras rumah…
      Istriku pergi ke dapur…
      Kami berdua sedang duduk di tepi sungai…
  2. Latar suasana : damai, menegangkan
   Bukti :
      Aku sedang duduk di depan rumah, merasakan hangat matahari yang menerpa kulitku…
      Ada malaikat maut..
  3. Latar waktu : pagi hari, siang hari
    - Amanat :
    • Jika ada tamu, hendaklah dijamu dengan sebaik-baiknya.
    • Harus waspada disetiap saat.
    • Tidak boleh membeda-bedakan tamu.

b. Unsur ekstrinsik

- Nilai moral : • Menjamu tamu dengan baik
                        • Jika ada tamu yang baik dijamu dengan baik, jika ada tamu yang buruk tidak perlu                                dijamu kalau perlu diusir
- Nilai budaya : percaya tahayul
- Nilai agama : belum ingin mati sebelum naik haji


Oleh: Dhita Maharani
Kelas : 12 IPA 2

BANGKIT


Pandanganku pada langit tua. Cahaya bintang berkelap kelip mulai hilang oleh kesunyian malam.  Aku berjalan menyusuri lorong malam sepi nan gelap. Cahaya bulan malam ini begitu indahnya. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan. Konflik dengan orang tua karena tidak lulus sekolah. Hari ulang tahun yang gagal di rayakan. Dan hadiah sepeda motor yang terpaksa di kubur dalam-dalam karena tak lulus, belum lagi si adik yang menyebalkan. Teman-teman yang konvoi merayakan kemenangan, sedang aku?
Hari-hari yang keras kisah cinta yang pedas. Angin malam berhembus menebarkan senyumku walau sakit dalam hati mulai mengiris. Sesekali aku menghapus air mataku yang jatuh tanpa permisi. Sakit memang putus cinta.
 Rasanya beberapa saat lalu, aku masih bisa mendengar kata-kata terakhirnya yang tergiang-ngiang merobek otak ku.
“sudah sana… Kejarlah keinginanmu itu!, kamu kira aku tak laku, jadi begini sajakah caramu, oke aku ikuti.. Semoga kamu tidak menyesal menghianati cinta suci ini.” beberapa kata yang sempat masuk ke hpku, di ikuti telpon yang sengaja ku matikan karena kesal atau muak.
Aku termenung di pinggir jalan, memegang kepalaku yang sakit.
“selamat malam..? Sorii mba kayanya lagi sedih banget boleh aku minta duitnya..” seorang pemabuk dengan botol bir di tangan kiri dengan jalan yang tak beraturan,
 Ia mengeluarkan sebilah pisau lipat dan mengancamku. Aku hanya terdiam tak berkata, membuatnya sedikit binggung. Aku meraih tas di sampingku dan menyerahkan padanya. “ini ambil semua.. Aku tak butuh semua ini. Aku hanya ingin mati…!” Aku melemparkan tas ke hadapannya yang di sambut dengan senyum picik dan iapun menghilang di gelapnya malam.
Aku bangkit berdiri dan berjalan menyusuri malam, berdiri menatap air suangai yang mengalir airnya deras.Di sini di atas jembatan tua ini. Angin sepoi-sepoi menyerang tubuh ku. Aku berdiri menatap langit yang bertabur bintang, rasanya tak ada yang penting bagiku sekarang. Perlahan-lahan aku berjalan menaiki jembatan dan berdiri bebas. Menutup mata dan tinggal beberpa senti lagi aku akan terjatuh. Aku perlahan mengangkat kaki kananku dan…?
Tiba-tiba sosok pemabuk yang menodong pisau padaku ku tadi, menarik baju ku dan menampar pipiku kuat, keras sekali tamparannya
“ini uang dan tas mu…!! Aku tak butuh..! Aku lebih baik mati kelaparan dari pada melihat wanita lemah sepertimu” ia menarik ku turun dan melemparkan tasku di atas tanah
 Dan ia berlalu pergi.  Aku bangkit dan meraih tas ku kembali menyusuri tangga turun. Sosok yang tadi, pria mabok yang ternyata seumuran denganku, di sekujur tubuhnya penuh tato dan tubuhnya kurus sekali. Ia berdiri termenung pada tangga jalan. Sesekali menatap langit dan menghapus air matanya.
“boleh aku berdiri disini bersamamu? Aku menyapanya tapi ia hanya terdiam membisu”. Aku berdiri di sampingnya menunggu sampai kapan ia akan berdiri pergi dari sini.
 “kenapa kamu menamparku..?
 Kenapa kamu menolongku?
 Aku sudah tak berarti lagi. Pria yang aku cintai bertahun-tahun mencapakanku dengan tuduhan yang tak jelas, aku memulai pembicaraan”.
 Dengan sesekali menghapus air mata akibat dari gejolak di hatiku. “apa kamu akan terdiam atau aku telah mengusikmu?”. Aku melihatnya dan ia balik menatapku tajam. Aroma alkohol dari mulutnya jelas tercium saat ia bicara “maafkan aku..? Sungguh aku minta maaf, menurut ku kamu terlalu lemah, masalah apapun jangan berhenti untuk bangkit, bukankah setiap hari kita merasakan hal yang sama? Ia berkata sembari mengulurkan tangannya yang ternyata cuma 2 jari yang utuh, Aku mulai merinding karena sedikit takut. Sehingga aku tak membalas uluran tangannya. “kaget ya mbak?. Jari ku yang lain di potong oleh preman karena persaingan. Hidup di jalan seperti ku ini, hawanya sangat dingin dan penuh nyali besar, bahkan untuk tertidur saja itu sulit. Harus rela kedinginan, Di gigit nyamuk dan tempat ku tertidur hanya di emperan toko, Dan kalau sudah penuh oleh gembel lain, terpaksa aku harus mencari tempat lain yang menurutku layak. Maaf bila aku mengambil tas mu. Aku butuh makan, sudah 3 hari aku tidak makan, sisa makanan di tong sampah sudah membusuk karena hujan kemarin, Biasanya aku mencari secerca kenikmatan disana yang masih bisa layak ku telan, rasa lapar tak akan bisa membuatmu jijik. Setiap hari saat membuka mata yang anda ingat hanya perut dan perut.”Ia terdiam dan mengalihkan pandanganya luas menembus angkasa, langit malam ini. Aku hanya terdiam terpaku dengan mulut terbuka, betapa aku tak percaya setengah mati. Bagaimana mungkin seandainya sekarang aku berada di posisi ini? Aku yang terlahir dari keluar sederhana namun penuh kehangatan, uang bukan masalah, aku hanya meminta tanpa pernah tahu bagaimana orang tuaku mendapatkannya, semuanya cukup, tapi ternyata itu bukan kebahagian, itu nafsu sesaat, Aku memang memiliki segalanya tapi tidak dengan cinta, selalu ada yang kurang setiap hari. Tanpa kebersaman kita mati. Terutama pentingnya mensyukuri apa yang ada. Aku menarik tangan dan menjabat tangannya kuat-kuat yang tinggal dua jari meski sedikit risih karena aneh menurutku. Aku memberinya sedikit pelukan hangat. Ia tersenyum memamerkan mulutnya yang bau alkohol dan bau wc umum. Aku menyerahkan tas ku padanya. “ambil lah.. Aku tak mengenalmu tapi kamu memberi ku banyak alasan hari ini, kenapa aku harus kuat menghadapi hidupku sekarang dan nanti, bukankah hidup harus tetap di jalani. Aku sadar masih punya segalanya, bodoh sekali cuma karena cinta semangatku hilang, belum tentu ia jodohku, belum tentu ia juga memikirkan hal yang sama, rasa sakitku”. Aku berlari menuruni tangga meninggalkan ia sendiri yang masih terdiam menatap kembali langit yang menampakan bintang-bintang kecil yang berkelip dengan jenaka, seakan hari ini tak akan berlalu.
Ketika aku akan menapaki jalan. Kekasihku sedang berdiri di depanku dengan bunga mawar banyak sekali di tangannya, sementara di belakangnya orang tua dan adikku yang berdiri di samping mobil, kami saling terdiam untuk beberapa saat ia memulai.“maafkan aku sayang, ternyata aku yang salah menilaimu, makasih ya?, sudah membuat hidupku lebih berharga karena ini. Ia menyerahkan bunga dengan sebuah diary usang punyaku, yang entah dari mana ia mendapatkannya. Tapi disinilah aku bisa menulis menitikan setiap masalah, rasa banggaku atas kekasihku ini. Aku memeluk erat tubuhnya lama kami terdiam di iringi tangis dan canda menghiasi malam, sementara kedua orang tuaku tersenyum senang. Aku mengajak kekasihku menaiki tangga untuk mengenalkan pada orang yang mengajarkanku banyak hal. Khususnya arti bersyukur.Kami menapaki jalan tangga dan melirik sekeliling dan mencari namun sosok itu hilang tak berbekas? Kami turun dan kami pergi ke mall bersama orang tua dan adik ku untuk merayakan ulang tahunku.
Walaupun tetap aku tak dapat sepeda motor karena tak lulus tapi bukan berarti kehangatan ini harus berakhir
Tamat
1.    Unsur Intrinsik cerpen ‘‘Bangkit’’
1.Tema: Jangan mudah putus asa / kehidupan
2.Latar:
-Waktu : Malam hari
Bukti : Cahaya bulan malam ini begitu indahnya. 
-Tempat : di pinggir jalan dan di atas jembatan
Bukti :  ‘Aku termenung di pinggir jalan, memegang kepalaku yang sakit. ‘
‘ Di sini di atas jembatan tua ini angin sepoi-sepoi menyerang tubuh ku’.
-Suasana : Sunyi sepi
Bukti : ‘Aku berjalan menyusuri lorong malam sepi nan gelap.’
3. Alur : Maju
-Karena jalan cerita dijelaskan secara runtut mulai dari pengenalan latar dan     masalah sampai ke konflik dan di akhir cerita terdapat penyelesaian konflik.
4.Penokohan :
- Aku : mudah putus asa, kurang bersyukur dan selalu mengeluh
Bukti :
‘Kenapa kamu menolongku? Aku sudah tak berarti lagi.’
‘Aku hanya meminta tanpa pernah tahu bagaimana orang tuaku mendapatkannya.’
-Pria pemabuk : pemabuk dan kuat menghadapi beratnya hidup
            Bukti :
‘seorang pemabuk dengan botol bir di tangan kiri dengan jalan yang tak beraturan’
‘Hidup di jalan seperti ku ini, hawanya sangat dingin dan penuh nyali besar, bahkan untuk tertidur saja itu sulit.’
5.Sudut pandang : orang pertama sebagai pelaku utama.
-Bukti : Cerpen bangkit menggunakan kata ganti “aku” sebagai tokoh utama dan mengisahkan tentang dirinya sendiri.
6. Nilai :
-Nilai Moral : Saat tokoh ‘aku’ menyadari selama ini  hanya meminta tanpa pernah tahu bagaimana orang tuanya mendapatkannya.Kita seharusnya bersyukur dengan apa yang telah kita miliki tidak hanya menuntut sesuatu karna diluar sana masih banyak orang yang kekurangan.
-Nilai Perjuangan = Pria pemabuk berjuang bertahan hidup di jalanan yang keras. Di kehidupan nyata banyak orang yang melakukan apapun untuk berjung hidup. Kita harus berjuang mempertahankan hidup di dunia yang keras ini.
-Nilai Kepedulian = Saat Pria pemabuk menyelamatkan tokoh ‘aku’ yang akan terjun dari jembatan. Banyak orang yang membutuhakan bantuan kita saat menghadapi masalah kita seharusnya membantu mereka tidak membiarkannya.
7.Amanat :
a. Jangan mudah putus asa dalam menjalani kerasnya hidup.
b. Bersyukurlah atas apa yang telah dimiliki.
c. Hidup tidaklah sempurna kadang manusia diatas dan kadang dibawah.
d. Jangan lari dari permasalahan.
e. Kegagalan adalah awal dari keberhasilan.
f. Masalah apapun jangan berhenti untuk bangkit
2.    Unsur Ekstrinsik cerpen “Bangkit”
1. Latar Kepengarangan Penulis : Penulis menjumpai berbagai reaksi masyarakatt saat mereka gagal dan berputus asa. Dalam cerpen ini penulis ingin menginspirasi/memotivasi orang-orang dalam menghadapi kerasnya hidup melalui ceritanya.
2. Keyakinan Penulis : Penulis yakin bahwa kejadian ini banyak ditemui di masyarakat. Banyak orang yang bunuh diri karena putus asa maka penulis menggambarkan situasi tersebut dalam sebuah cerpen.

3. Masyarakat pembaca : Pembaca dapat mengambil hikmah dari cerpen ini karena cerpen ini mengandung masalah-masalah yang ada di masyarakat dan masih banyak orang yang memiliki masalah yang sama dengan cerpen ini.

NAMA: MONICA
KELAS XII-IA/20

Tuesday, 23 September 2014

Analisa novel "kehidupan aneh" yang dialami seorang remaja

Muhammad Hazairin
ANALISA NOVEL “Kambing Jantan”
A. Sinopsis Si Kambing Jantan Selepas SMU, Dika (Raditya Dika), yang juga dipanggil Kambing, harus melanjutkan pendidikan di Adelaide, Australia, mengambil major finance yang tidak sesuai minatnya. Maka dimulailah perjalanan Dika mencari jati diri: apa yang ingin dia lakukan dalam hidupnya sebenarnya? Ketika dia menjalani kuliah di Australia, problem muncul dengan Kebo (Herfiza Novianti), pacarnya, karena harus menjalani Long Distance Relationship (LDR) yang menyebabkan pengeluaran keuangan sangat besar, komunikasi yang terganggu, dan kehidupan kuliah yang semakin lama membuat mereka berbeda. Problem lainnya seperti bagaimana Dika mengalami kesulitan dalam belajar, dan kemunculan Sally Dickson, dosen bule yang lebih mirip tentara wanita, menambah dilema si Kambing dalam menyelesaikan masalah LDR dan finance (dalam dua arti sebenarnya: kebutuhan finance-nya dan sekolah finance-nya).
Pertemuannya dengan seorang teman SD, Ine (Sarah Shaftiri), yang membaca blog Dika berjudul “Kambing jantan”, membuka pikirannya bahwa dia bisa saja jadi penulis komedi. Sedangkan, persahabatannya dengan Harianto (Edric Tjanra), anak Kediri yang juga LDR dengan pacarnya, menambah keyakinan Dika untuk terus menentukan: hidup seperti apa yang dia mau? Karakter-karakter pendukung lainnya, seperti Mama Dika, adalah cerminan ibu yang berharap banyak pada anak sulungnya, “mama jaman sekarang” yang merasa sangat mengenal anaknya ternyata harus mengakui bahwa anaknya memiliki “kelebihan” lain. Papa Dika dan Adik-Adik Dika menjadi karakter-karakter yang memperkaya unsur komedi cerdas yang ada dalam film ini.
Beberapa catatan di film ini :
1. Unsur komedi. Unsur komedinya beda dengan komedi WARKOP DKI yang lebay dan sangat dibuat-buat. kiat ganti celana dalem yang dilakukan bapaknya Dika, cara dika menghentikan semua Subtitle dan para bule jadi berbahasa Indonesia, saat harianto kebawa Taxi. berbeda dari lawakan Indonesia biasanya. ada juga edgar yang suka boker waktu lagi rapat keluarga.
2. “KAMAR KHAYALAN” Wujud sebuah kamar dengan satu meja panjang, 2 telepon, dan jendela berlatar bulan. disinilah Dika berhubungan dengan Kebo saat melakukan LDR (Long Dick Reduction LONG DISTANCE RELATIONSHIP). jadi seolah-olah dengan melihat Bulan yang sama, mereka berada dalam satu kamar. begitu dekat. tapi telpon-telponan.
3. Conflict with KEBO Kebo digambarkan sebagai orang yang “CHINA ADDICT”, dan sedikit (atau kalo gw boleh bilang… SANGAT) Egois. saat Dika ketahuan HTS-an sama INE, Dika pun langsung ngebut ke Indonesia tanpa bilang siapa-siapa. dan kebo menyambut dengan ketus. bikin gw kesel. dan waktu ulang tahunnya, dia dengan egois memaksa dika dateng ke rumahnya padahal Dika lagi di Australia.
4. CONFLICT WITH HIS MOM Konflik dimulai saat nilainya jeblok. dia dimarahin habis-habisan. disaat ending film, dia dan mamanya berada di “KAMAR KHAYALAN” dan Dika jujur kalo dia ga mau kuliah di Adelaide jurusan Finance.
B. Menganalisis Novel
 Identitas Buku/Novel
Judul : Kambing Jantan
• Pengarang : Raditya Dika
• Penerbit : Gagas Media
• Tahun Terbit : 2005
• Tebal Buku/Novel : 237 Halaman
 Analisis Buku/Novel
• Tema : Kehidupan Yang Lucu
• Tokoh dan watak :  Si Kambing:
 Anaz : Baik hati,suka menolong dan polos
 Eja : suka menolong
 Ayumi : Pintar
 Muti : suka diledek, suka nulis
 Sabrina : Sabar,baik hati dan suka bagi”
 Si Kebo : pacar si kambing yang suka buat masalah
 Bokap : agak gokil  Nyokap : suka panik
 Yudhita : cengeng
 Anggi : centil
 Ingga : takut kucing
 Edgar : suka ngiler
• Setting :  Waktu : Siang,pagi,sore,malam
 Tempat : Australia,Kampus,rumah
 Suasana : Gokil,tegang,aneh,sepi,ramai
• Alur : Maju (menceritakan dari kecil hingga sampai gede alias sampai kuliah)
• Sudut Pandang : Orang pertama
• Amanat : Lakukan hidup dengan baik dan jangan menyerah walaupun banyak masalah

Jelajah lebih dekat isi novel 5cm





Analisis
1)   Tema
Tema dalam novel ini adalah persahabatan yang percaya pada keajaiban mimpi serta keyakinan, seperti dalam kutipan berikut:
“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di  depan kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa. Percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu.”

2)   Penokohan
Arial
Arial adalah sosok lelaki ganteng yang gemar berolahraga, berbadan besar dengan kulit hitam, selalu tampil rapih dan apa adanya. Adapun karakternya adalah sebagai berikut:
Tenang
“… ia kebanggaan seluruh tongkrongan karena cuma dia yang bisa tenang…” (hal.7)
Asik
“…kalo ketawa paling keras, makanya kalo ada dia jadi ramai.” (hal.8)
Apa adanya
“Semua tulisan yang Arial baca, di mana pun, pasti Arial turuti apa adanya.” (hal.92)
Riani
Riani adalah sosok gadis berkacamata, cantik, dan cerdas. Riani adalah aktivis kampus yang hobinya membaca dan berdebat. Adapun karakter Riani sebagai berikut:
Karismatik
“Dia punya semacam karisma yang bisa bikin orang menengok.” (hal.8)
Ramah
“Hmm, ia selalu tersenyum sama siapa saja, selalu akbar sama siapa saja, dari bos sampai cleaning service…” (hal.82)
Kritis
“Siapa saja dan apa saja bisa didebatnya, soalnya dia banyak baca dan banyak belajar.” (hal.8)
Zafran
Zafran adalah sosok lelaki bertubuh kecil dengan penampilan “standar seniman.” Zafran memiliki pandangan berbeda dengan yang lain karena dunia Zafran dipenuhi lantunan syair. Adapun karakternya adalah sebagai berikut:
Puitis
“Zafran mulai bersyair bimbang.” (hal.78)
Spontan
“Zafran adalah orang yang akan bilang apa aja yang dia mau bilang…” (hal.11)
Pintar
“…pasti punya persepsi nih anak pinter banget…” (hal.9)
Ian
Ian adalah sosok lelaki bertubuh bengkak yang hobi bola dan nonton film dewasa (17 tahun ke atas). Adapun karakter Ian sebagai berikut:
Fanatik
“Apa aja tentang bola dia tahu dan kebanyakan dia ngabisin waktunya buat bola…” (hal.11)
Pantang Menyerah
“Sekeluarnya dari ruangan, tiba-tiba Ian merasa lega. Pasti gue bisa, gue nggak pernah mau nyerah…” (hal.127)
Kreatif
“…masih nerusin makannya, ngasih tahu rumus yang dibanggakannya buat Indomie.” (hal.55)
Genta
Genta adalah sosok pemimpin di antara sahabat-sahabatnya. Genta memiliki  sifat yang persis Riani. Genta adalah sosok yang paling dibutuhkan sahabat-sahabatnya karena keterbukaannya. Adapun karakternya sebagai berikut:
Pantang menyerah
“…dia sendiri mengakui kalo Genta itu enggak pernah nyerah…” (hal.140)
Perfeksionis
“Genta emang orang yang sangat perfeksionis kalo udah nyebur-nyebur ke wilayah customer intimacy…” (hal.29)
Berjiwa Pemimpin
Sekarang aja…, Genta langsung jawab pertanyaan ketiga temanya. Semuanya langsung setuju, semuanya gampang nurut sama Genta.” (hal.43)

3)   Latar
Latar Waktu
Salah satu latar waktu yang penulis gunakan adalah sore hari.
“Matahari sore masih tersisa sedikit…” (hal.206)
Latar Tempat
Salah satu latar tempat yang digunakan penulis adalah Ranu Pane.
“Mereka menjejakkan kaki di tanah Ranu Pane” (hal.217)
Latar Suasana
Salah satu latar suasana yang penulis gambarkan di cerita adalah haru.
“Suara-suara tangis bahagia dan teriakan-teriakan penuh semangat terdengar memenuhi puncak.” (hal.347)

4)   Alur
Novel ini menggunakan alur campuran, dimana penulis menceritakan kejadian secara progresif yang diselingi flashback/ kejadian di masa lalu. Adapun alur novel 5cm adalah sebagai berikut:
Awal  cerita dimulai saat kelima sahabat sedang kumpul di Secret Garden, rumah Arial. Disini mereka berlima sempat flashback tentang kejadian Ian mencari jati dirinya sebelum akhirnya menjadi Ian yang sepenuhnya Ian. Saat itu mereka sampai pada titik jenuh setelah 7 tahun selalu bersama, akhirnya Genta berinisiatif untuk berhenti sejenak bertemu satu sama lain selama 3 bulan, semua temannya pun setuju. Selama 3 bulan berpisah, banyak kejadian yang terjadi pada tiap orang, seperti Ian yang akhirnya menyelesaikan skripsi, Riani yang sukses ditempat kerjanya, Arial yang jatuh cinta sama Indy, Genta yang sukses jadi Event Organizer, dan Zafran yang makin jatuh cinta sama Arinda.
Bagian tengah dari novel ini adalah saat kelima sahabat ini ditambah Dinda akhirnya bertemu kembali di Stasiun Senen, 14 Agustus, untuk melakukan perjalanan mendaki ke tanah tertinggi, puncak Mahameru. Perjalanan dimulai dari naik kereta Matarmaja, naik Jip untuk ke Ranu Pane, bertemu Daniek salah satu pendaki setia Mahameru, mendaki Mahameru, beristirahat di Ranu Kumbolo, perjalanan menuju puncak ditemani pemandangan indah dan juga rintangan, hingga akhirnya mereka sampai di tanah tertinggi pulau Jawa, Puncak Mahameru, 17 Agustus, dan melakukan upacara bendera dengan pendaki yang lainnya.
Bagian akhir dari novel ini adalah saat turun dari Puncak Mahameru, Genta memberanikan dirinya untuk mengungkapkan segala rasa pada Riani, yang selama ini dipendam. Namun ternyata Riani memendam rasa pada Zafran, kekonyolan Zafran dan dunianya yang selalu bisa bikin Riani tersenyum. Pada akhirnya cinta bukan untuk dimiliki karena Tuhan memberi apa yang manusia butuhkan. Zafran menikah dengan Riani, Arial menikah dengan Indy, Genta menikah dengan Citra, sahabat Riani di kantor, dan Ian yang akhirnya bisa menikahi Happy Salma, wanita idamannya. Persahabatan mereka  tidak pernah berhenti, begitupula persahabatan anak-anak mereka.

5)   Sudut Pandang
Dalam novel ini, sudut pandang yang digunakkan penulis adalah orang ketiga serba tahu, dimana penulis bertindak sebagai sutradara yang mengetahui segala perasaan maupun konflik batin yang dialami para tokoh. Adapun buktinya sebagai berikut:
“Batin Riani pun angkat bicara, Genta… Genta… Genta emang yang paling Riani buat Riani…” (hal.28)

6)   Gaya Bahasa
Dalam penulisan novel, penulis menggunakan bahasa sehari-hari sehingga mudah dimengerti. Adapun beberapa majas yang dapat ditemukan adalah sebagai berikut
Personifikasi
“Angin sore mengelus wajah mereka berdua.” (hal.154)
Asosiasi
“Mereka menaikkan barang-barang ke dalam jip Land Rover lama yang disulap seperti bak terbuka.” (hal.207)
Hiperbola
“…bergerak cepat mencoba melawan hawa dingin yang sangat menusuk.”

7)   Amanat
Keyakinan kuat yang disertai kerja keras akan memberikan hasil seperti apa yang kita impikan.
Jadilah manusia yang bermanfaat, karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.
Jadilah manusia yang bersyukur atas segala hal yang Tuhan berikan.
Dalam pertemanan, kita harus menerima segala kekurangan dan kelebihan agar tercipta hubungan baik.
Jadilah manusia yang beranggapan bahwa dirinya yang harus mengatur keadaan, bukan diatur oleh keadaan.


A.    SINOPSIS NOVEL
Novel ini menceritakan persahabatan 5 manusia sok tahu yang berawal dari pertemanan semasa SMA, Arial, Zafran, Genta, dan Ian 4 cucu Adam serta Riani seorang dari kaum hawa.
Mereka memiliki sifat dan idola yang berbeda-beda yang akhirnya membuat mereka debat tentang siapa yang paling keren atau siapa yang paling benar.
Genta adalah sosok leader sekaligus tempat curhat paling enak menurut teman-temannya, Genta diam-diam juga penggemar berat Riani. Riani adalah gadis cantik dan cerdas yang masih jomblo karena terlalu sibuk dating sama organizernya. Arial adalah sosok tampan berbadan kekar yang diimpikan semua anak ABG jaman sekarang. Berbeda dengan Arial, Zafran berpostur kurus cungkring dan suka membuat syair yang suka bikin temen-temennya mau muntah. Yang terakhir adalah Ian, sosok badut dufan yang selalu membuat teman-temannya tertawa, berpostur besar gendut imut tetapi dia lah yang otak nya paling kotor dipenuhi adegan-adegan pornografi.
Persahabatan yang sudah berlangsung selama 7 tahun dimana semua aktivitas telah mereka lakukan bersama dan akhirnya mereka sampai pada titik jenuh. Malam itu di Secret Garden mereka memutuskan untuk tidak berhubungan satu sama lain selama 3 bulan dan akan bertemu lagi tanggal 14 Agustus.
Selama tiga bulan berpisah banyak keajaiban yang membuat hati mereka rindu akan persahabatan, tentang Arial yang jatuh cinta sama Indy, temen fitnessnya, tentang Riani yang mencintai Zafran, Ian yang akhirnya berhasil menyelesaikan skripsi, Genta yang sukses jadi EO sebuah pameran dan memilih mengagumi Riani dengan diam, dan Zafran yang makin tergila-gila sama Arinda, kembaran Arial.
Setelah 3 bulan berpisah, tanggal 14 Agustus mereka kembali bertemu di Stasiun Senen dan atas ide Genta mereka merayakan pertemuan tersebut dengan sebuah perjalanan Jakarta- Malang untuk mendaki Gunung Mahameru.
Dalam perjalanan menuju tanah tertinggi di Pulau Jawa banyak kejadian yang mengajarkan kepada mereka ditambah Arinda tentang persahabatan, cinta, kebersamaan, serta nasionalisme.

Nama : Cahya Alam
Kelas : XII IA 2
SMA N 36 Jakarta

PERJUANGAN CINTA

KISAH CINTA SEPASANG PEMUDA YANG BERJUANG MELAWAN OBAT
oleh : Rezica Deslianty Sidabutar

Unsur Instrinsik
1. Tema : Perjuangan Cinta
2. Alur :
   - Alur Maju :Dua tahun pasca mukjizat, Hazel berumur enam belas tahun dan meskipun dia bisa hidupuntuk waktu yang lama (apa pun artinya) Hazel hidup ditambatkan ke tangki oksigen karena menyimpan tumor tenuously.
3. Karakter :
    a. Hazel Grace : Memiliki semangat hidup yang besar melawan penyakit yang telah dihadapinya dari kecil
    b. August Waters: Lelaki yang tangguh, dan berani.
4. Setting :
    a. Tempat : Rumah Hazel, Rumah August dan Rumah yayasan
    b. Waktu : Pagi, Siang dan Malam
    c. Suasana : Romantis dan Menyedihkan
5. Amanat: Manfaatkanlah Waktumu sebaik mungkin, karena kita tidak tahu kapan kita tiada


SINOPSIS THE FAULT IN OUR STARS

       
         Sebuah tugas yang berat untuk mengadaptasi salah satu novel yang banyak penggemar. “The Fault In Our Stars” salah satunya. Kita bisa lihat bagaimana penggarapan yang kurang matang oleh para sutradara terhadap adaptasi-adaptasi Nicholas Sparks. Hasilnya, filmnya yah, gitu-gitu aja. “The Fault In Our Stars” sungguh berbeda. Sungguh terkenal. Banyak penggemar, kaum hawa, namun “The Fault In Our Stars” berdiri di tengah, dalam arti lain, sangat mudah untuk dinikmati kaum hawa maupun kaum adam. Bagi sebuah film drama-romance, sangat fatal jika sebuah novel yang membuat orang berekspektasi tinggi menjadi sebuah film yang mudah dilupakan karena keklisean nya. Sungguh khawatir dengan “The Fault In Our Stars” karena takut hasilnya akan sama seperti drama romance diluar sana yang akan banyak kita temukan. Datang ke bioskop, saya tidak berekspektasi apa-apa, saya berharap bahwa trailer yang saya saksikan, yang mampu membuat air mata saya terbendung, dan saya berharap filmnya akan sama sedihnya atau bahkan lebih menyedihkan lagi daripada trailernya tersebut. Josh Boone jelas tahu sejak awal bagaimana menggarap sebuah novel berjudul sama menjadi sebuah film yang sungguh mencuri perhatian dari menit awal hingga akhir.
       “The Fault In Our Stars” mengisahkan tentang Hazel Grace (Shailene Woodley) penderita kanker paru-paru yang harus menjalani hidupnya dengan pergi ke dokter, menikmati reality shows dan hal-hal membosankan lainya karena ia tidak bisa capek. Sampai ia bertemu dengan seorang pria yang ceria bernama Augustus Waters (Ansel Elgort), yang mengubah hidup Hazel Grace dari hidup yang gitu-gitu saja menjadi hidup yang lebih berwarna. Augustus Waters ternyata mengidap tumor dan ia kehilangan satu kakinya yang membuatnya harus memakai kaki palsu. Walaupun keduanya sama-sama menderita suatu penyakit yang cukup parah, namun, seperti apa yang banyak orang katakan, “Namanya juga udah cinta”. Mau bagaimanapun situasi nya mereka melewati setiap rintangan hidup mereka bersama-sama. “The Fault In Our Stars” memang terlihat sedikit predictable. Namun, “The Fault In Our Stars” berjalan dengan begitu lambat sekaligus membangun sebuah koneksi antara film itu sendiri dengan penonton dengan baik. “The Fault In Our Stars” adalah salah satu film yang akan sulit dikalahkan oleh film-film romantis di masa yang akan datang.
         Seperti yang saya katakan sebelumnya, Jason Boone jelas tahu cara-cara bagaimana menggarap novel dengan sangat benar tanpa menghilangkan unsur-unsur yang membuat novel “The Fault In Our Stars” mudah dicintai dan mendapatkan banyak penggemar. Untuk sebuah drama/romance, jelas “The Fault In Our Stars” adalah salah satu drama-romance paling romantis beberapa tahun belakangan ini. Masih belum mampu mengalahkan rasa cinta saya terhadap “Dear John” tahun 2010, namun, “The Fault In Our Stars” masih mampu memberikan sebuah sajian yang sungguh heartwarming. Tetapi, apakah “The Fault In Our Stars” berhasil tampil sama seperti ekspektasi semua orang yang datang ke bioskop? Pertama-tama, “The Fault In Our Stars” adalah sebuah drama-romance yang tidak biasa, “The Fault In Our Stars” adalah sebuah drama-romance yang sungguh bijaksana. Bijaksana, tegar dan kuat, tetapi dari semua unsur tersebut mampu memberikan penonton sebuah sajian yang sungguh menyayat hati. Jelas kita tidak datang dan kita tidak disuruh untuk menyaksikan Hazel Grace kesakitan, namun kita terbawa kedalam sebuah kisah romantis Hazel Grace dan Augustus Waters dan apapun yang mereka lakukan berdua mampu membuat kita turut senang dan turut bahagia. Kita jelas datang bukan semata-mata hanya untuk menghasihani Hazel Grace, “The Fault In Our Stars” sama sekali bukan tentang itu. Bukan sebuah film cengeng sakit-sakitan yang memperlihatkan darah, dan bagaimana Hazel Grace merasa kesakitan dan menunggu ajalnya. Bukan. “The Fault In Our Stars” jelas mengajarkan penonton tentang hidup dalam arti yang sebenarnya. Dan hal tersebut mampu membuka mata saya karena “The Fault In Our Stars” jelas adalah sebuah film yang luar biasa bijaksananya.
        Tidak lupa pula dengan Shailene Woodley dan Ansel Elgort. Pertama, Shailene Woodley, kita tentu tidak lupa kan bahwa Shailene Woodley kicked as in Divergent? Ia jelas salah satu tandingan terberat Jennifer Lawrene, bahkan saya menyukai Shailene Woodley sedikit lebih dibandingkan Jennifer Lawrence. Shailene jelas tampil dengan begitu maksimal. Melihat bahwa ia sakit, namun ia tegar, ia tidak pasrah tetapi ia menjalani hidunya detik demi detik. Shailene Woodley mampu meyakinkan penonton bahwa ia benar-benar kesakitan. Dan semua air mata yang keluar, semua kesedihan kita semua mampu merasakan itu. Dan bagaimana Hazel Grace dan hidupnya yang membuat penonton merasa kasihan. Ansel Elgort lah yang mencuri perhatian dalam “The Fault In Our Stars” ini. Ia jelas tahu bagaimana tampil dengan mencuri perhatian. Kita tidak akan mengatakan bahwa Ansel Elgort adalah aktor pria terganteng bukan? Ansel Elgort bukanlah pilihan pertama, kedua maupun kesepuluh jika kita harus memilih siapa sosok yang pantas dan harus memerankan tokoh Augustus Waters. Sebut saja beberapa nama yang mungkin akan lebih disukai oleh banyak orang, Logan Lerman? Aaron Johnson? Josh Hutcherson?  Alex Pettyfer? dan masih banyak lagi yang sebenarnya cocok menjadi heartthrob di dalam film ini. Namun, jelas, Ansel Elgort mempunyai semua yang tidak orang-orang diatas ini punya. Karisma. Ansel Elgort dan senyuman yang khas nya itu, dan akting yang sungguh natural. Dan semua gerak-gerik yang tampak sangat natural dan tidak dibuat-buat mampu membuat saya percaya bahwa Augustsu Waters adalah Ansel Elgort ataupun sebaliknya.
“The Fault In Our Stars” tertata dengan rapi. Bukan sebuah film yang sulit untuk ditebak endingnya karena kita smeua punya tebakan yang berbeda-beda, dan walaupun kita semua punya tebakan yang berbeda-beda, pada akhrnya tidak akan jauh dengan ending yang sebenarnya. Walaupun harus saya akui, ending “The Fault In Our Stars” tidaklah begitu istimewa. Tidak memberikan saya sebuah kesempatan untuk benar-benar tersadar bahwa “The Fault In Our Stars” jelas sedang membuat penontonya merasa sedih. Saya tidak mampu merasakan rasa sakit dan sedih ketika Isaac dan Hazel Grace sedang membacakan pidato untuk Augustus Waters. Dan banyak lagi. Dengan ending yang kurang epik tersebut sedikit membuat saya agak kecewa dengan apa yang harus disajikan dengan “The Fault In Our Stars”. Karena, “The Fault In Our Stars” mampu memberikan sebuah ending yang mampu membuat penonton bahkan tidak sanggup berdiri, dan hasilnya akan mengesot-ngesot keluar dari studio karena tidak sanggup lagi menahan rasa sakit di dada akibat “The Fault In Our Stars”. “The Fault In Our Stars” bisa menjadi sebuah tearjerker terbesar, namun filmnya tidak mengambil jalan tersebut.
          Secara keseluruhan, Josh Boone mampu memberikan sebuah sajian yang begitu hangat, lucu, menggemaskan dan sebuah hal-hal indah yang ada di dunia ini yang mampu menggambarkan bagaimana “The Fault In Our Stars” tampil begitu loveable. Tidak lepas pula dari karakter-karakter yang ada didalamnya yang benar-benar tampil dengan cerita dan latar belakang mereka sendiri. “The Fault In Our Stars” punya waktu untuk membuat penonton tertawa-tawa dan senyum-senyum di paruh awal, dan memberikan penonton sebuah momen yang menuntut penonton untuk serius dan mengikuti alur ceritanya yang sedikit lebih kompleks dan serius di paruh keduanya. “The Fault In Our Stars” memberikan sebuah momen-momen menyedihkan yang tentu saja mampu membuat kaum Hawa tersedu-sedu, memainkan emosi penontonya. “The Fault In Our Stars” juga ditemani dengan lagu-lagu yang memang ear catchy, lagu-lagu yang mampu menghiasi tiap-tiap adeganya tanpa terdengar annoying. Dan banyak sekali hal-hal yang membuat saya begitu menyukai “The Fault In Our Stars”, terlepas dari terlalu bertele-tele dan kurang tampil maksimal dalam endingnya, “The Fault In Our Stars” memberikan sisi positif nya yang mampu menyadarkan saya akan banyak hal. This movie taught me to be a better person, to have a better life and to appreciate your life and live the best. Akan sangat sulit untuk mengalahkan monster yang satu ini. Definitely one of the bests!

unsur intrinsik dan sinopsis novel "The Naked Traveler" oleh Trinity

Unsur intrinsik dari novel “the naked traveler” oleh Trinity

-tema:
Perjalanan seorang gadis dengan perlengkapan seadanya mengelilingi benua-benua yang ingin ia kunjungi

-latar belakang:
Trinity, seseorang yang selalu ingin berkeliling mengetahui keadaan dunia luar, namun hanya memiliki perlengkapan-perlengkapan yang serba ada. Karena keadaanya yang demikian ia tetap bertekat untuk mengelilingi dunia luar, dari situlah dimulai perjalanan berserta cerita-cerita menariknya

-alur:
Maju

-penokohan:
Trinity: gadis yang optimis, memiliki selera humoris yang besar, memiliki tekad kuat untuk tujuannya, gadis yang independent.

-setting:
-tempat: tempat-tempat yang ia kunjungi
-waktu: tak tentu
-suasana: penuh humor seiring dengan perjalanannya

-amanat:
Selalu optimis dengan segala yang ada, jalani rintangannya apapun itu dengan segala kemampuan yang ada, bertekad kuat untuk melakukan sesuatu.

Synopsis

#TNTrtw Part 1:

Kalau umumnya orang Indonesia jalan-jalan maksimum dua minggu, Trinity jalan-jalan selama satu tahun penuh! Ia telah mencapai lebih dari 144.577 km dan berkunjung ke 22 negara di dunia. Apa saja sih yang harus dipersiapkan kalau mau jalan-jalan selama lebih dari 365 hari? Wuihh, pasti nggak kebayang deh. Mulai dari hal dasar seperti baju, bahan makanan, akomodasi, mengurus transportasi, sampai urus visa ke sana kemari. Berbekal perencanaan matang dan tekad “gimana di sana lah ntar”, Trinity mantap melangkahkan kakinya dan bertualang mengitari bumi. Di buku The Naked Traveler: 1 Year Round-the-World Trip Part 1 ini, kita akan diajak jalan-jalan keliling Eropa, Brasil, Cile, Peru, dan Ekuador. Mulai dari mengunjungi negara baru bernama Republik Uzupis, menangis di kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz, menginap di penjara tua di Ljulbljana, mendaki kota Inca yang hilang di Machu Picchu, memancing ikan piranha di Sungai Amazon, hingga berenang bersama ratusan singa laut di Galapagos!

#TNTrtw Part 2:

Cerita setahun jalan-jalan keliling dunia Trinity belum berakhir serunya! Masih ada Kolombia, Kuba, Jamaika, Meksiko, Guatemala, dan lain-lain yang menanti. Apa saja sih yang seru di The Naked Traveler: 1 Year Round-The-World Trip Part 2 ini? Bersiaplah untuk berdebar-debar menyusup ke pusat kartel Kolombia, nyekar ke makam Che Guevara di Kuba, bertamu ke rumah Bob Marley di Jamaika, diving di gua suku Maya di Meksiko, hingga meluncur di air terjun di Guatemala. Selain petualangan Trinity ke tempat-tempat yang eksotis itu, kita juga akan disuguhi berbagai cerita yang mengharu biru. Dalam satu tahun, menginap di berbagai hostel dan naik bus dengan bermacam kondisi, dipaksa cepat beradaptasi dengan bahasa yang asing di telinga, dan mengatur menu makan sehemat mungkin, tentu bukan perkara yang mudah. Namun, bukan Trinity namanya kalau tak berhasil mengubah situasi sulit jadi penuh gelak tawa.